West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.38
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 20:33
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 13111
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4198582
Warta Papua Barat
Gereja Rilis Data Hampir 50 Balita Meninggal Akibat Penyakit di Tigi Barat PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Friday, 21 July 2017 04:14

Deiyai, Jubi – Gereja Katolik Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, Papua telah melakukan pendataan langsung terhadap balita yang meninggal akibat penyakit di sejumlah kampung, di antaranya Desa Ayatei, Desa Digikotu, Desa Piyakedimi, Desa Yinudoba, dan Desa Epanai. Dalam diskusi terbuka, kematian 50 orang Mee pada 16 Juli 2017 dengan masyarakat, terungkap akibat dan penyebab kematian orang Mee. Korban yang sempat didata tersebut ialah para korban dalam kurun pertengahan April hingga 15 Juli 2017.

 

Pater Paroki Deiyai, Tigi Barat, Pater Damianus Adii, Pr kepada Jubi menjelaskan, kematian bayi  ini sebelumnya disebarkan Kepala Distrik Tigi Barat Fransiskus Bobii pada Minggu, 9 Juli 2017.

“Dalam laporannya, beliau menulis jumlah korban 30 bayi, tetapi setelah kami mendata ulang, ternyata jumlah korban adalah 50 anak bayi, termasuk dewasa, atas dasar data laporan wabah ini, saya siap menjelaskan beberapa hal,” ungkap P. Damianus Adii, Pr, Kamis, (20/7/2017).

 

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, para dokter, perawat, dan mantri bergerak langsung ke lokasi kejadian. Pada Jumat, 14 Juli 2017 siang pukul 10 sampai 3 sore melakukan pengobatan massal. Pukul 4-5 sore mengadakan evaluasi di kantor Distrik Tigi Barat. Menurut medis gejala penyakitnya antara lain, ISPA, campak, diare, dan disentri.

“Tetapi, menurut pendataan kami kepada keluarga korban gejala tubuh pasien adalah panas tinggi, mencret (diare), mulut luka-luka, mata merah, dan tiba-tiba meninggal, waktu sakitnya satu hari sampai empat hari langsung meninggal dunia,” jelasnya.

Last Updated on Friday, 21 July 2017 04:20
Read more...
 
Wabah Serang Pedalaman Papua, 108 Balita Meninggal PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Friday, 21 July 2017 03:37

Image result for anak terserang wabah

                                      Ilustrasi                                  

Enarotali, Kompas - Sedikitnya 108 anak usia di bawah lima tahun meninggal di lima distrik di Kabupaten Paniai, Papua, dalam dua pekan terakhir akibat wabah yang belum diketahui dengan pasti jenisnya. Ratusan balita lainnya dalam kondisi sangat mengkhawatirkan dan kini ditangani oleh dua tim dokter dari Timika, Kabupaten Mimika.

Menurut keterangan yang diperoleh Kompas, anak-anak di wilayah pedalaman itu diduga kuat terserang pneumonia (radang paru). Namun sedikit aneh, penderita juga mengalami diare, selain muntah-muntah bercampur darah dan suhu badan tinggi.

Last Updated on Friday, 21 July 2017 03:53
Read more...
 
Tolak Pembangunan Pangkalan Militer Di Biak, FPKBP Serukan Dukungan seluruh Masyarakat Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Wednesday, 22 June 2016 22:22

               Ilustrasi Pangkalan Militer. Foto Dok. nasionalisme.co.

 

Warta Papua Barat, -  Forum Peduli Kawasan Byak Papua (FPKBP) yang menolak pembangunan pangkalan militer wilayah Timur indonesia di kabupaten Biak Numfor sejak bulan lalu memintah dukungan dari seluruh komponen masyarakat Papua dan Papua Barat.

 

Dalam Seruan yang diterima Warta Papua Barat pagi ini (23/6/2016), Forum Peduli Kawasan Byak Papua (FPKBP)  Serukan kepada masyarakat Papua dan Papua Barat untuk mendapat dukungan Tolak pembangunan pangakalan militer di Biak Numfor.

"kami keluarga besar forum peduli kawasa byak Papua (FPKBP) dengan kerendahan hati melalui Informasi Resmi ini kami menyerukan kepada masyarakat Papua, kiranya mendapatkan dukungan dari Tuan-Tuan dan Pemuda/pemudi, Senioritas, Orang Tua Pelindung Tanah papua".

Last Updated on Wednesday, 22 June 2016 22:26
Read more...
 
The Indonesian Government Act Unlawful In the Case of Human Rights in Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Friday, 24 June 2016 08:17

Jayapura, -Government of Indonesia, Joko Widodo instructed the Coordinating Minister for Political, legal and security in order to form a team to handle dozens of cases of human rights violations in Papua.

              Papuan People demonstrating in the city of Jayapura, rejected the team formed by Luhut Pandjaitan on June 15, 2016

 

The coordinating minister for political, legal and security, Luhut Pandjaitan Form a team to Papua to assess the human rights cases.


Team formed Coordinating Minister for Political, legal and security were rejected by the people of West Papua as it is considered unlawful and is not representative so it will not resolve the human rights violations in Papua.
Last Updated on Friday, 24 June 2016 09:13
Read more...
 
RAKYAT INDONESIA MENDUKUNG PENENTUAN NASIB SENDIRI BAGI WEST PAPUA PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Tuesday, 21 June 2016 02:47

Rakyat Indonesia sedang Orasi Politik Dukung Penentuan Nasib Sendiri bagi Rayat West Papya di titik nol, Jatung Daerah Istimewa Yogkayarta (16/6/2016).

 

Yogyakarat, _ Rakyat indonesia di Yogyakarta yang terhinpun di berbagai elemen dan organisasi menyatakan "mendukung penentuan nasib sendiri bagi bangsa West Papua.

 

Sikap dukungan rakyat indonesia penentuan nasib sendiri bagi rakyat West Papua itu dinyatakan dengan ikut turun di jalan berdemonstrasi  saat rakyat papua yang tergabung dalam Gerakan Rakya Papua Bersatu (GPRB)  pada tanggal 16 Juni 2016 di kota Yogyakarta.

Last Updated on Tuesday, 21 June 2016 03:41
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 2 of 236

Latest News

Who's Online

We have 153 guests online
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us