West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux m
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.1.73-log
Time : 14:36
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 8525
Content : 1228
Web Links : 1
Content View Hits : 3361970
Warta Papua Barat
Jenderal Goliath Tabuni Siap Bertanggungjawab Atas Penemkan 2 anggota polisi dan 1 satpam PT FI PDF Print E-mail
Written by Egulek   
Sunday, 11 January 2015 17:39

        Jenderal Gen. Goliath Tabuni, Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Foto: Ist.                       

 

Timika, --Jenderal Goliat Tabuni menyatakan bertanggung jawab atas penembakan dua anggota polisi dan satu satpan PT Freeport Indonesia di Tembagapura pada pada Kamis (01/01).

“Saya sebagai panglima tinggi TPNPB siap bertanggungjawab. Perlawanan harus dilakukan sebelum Papua Merdeka, selagi masih ada penjajahan," tegas Jenderal Gen. Goliath Tabuni di website resmi mereka.

"Revolusi tahapan dimanapun setiap Kodap dilakukan untuk persiapan revolusi total. Perlawanan di Tembagapura baru revolusi tahapan. Tetapi harap TPNPB dan TNI-POLRI tidak boleh ganggu masyarakat sipil Indonesia juga masyarakat asli Papua. Harus lawan militer dengan militer," himbau Jenderal Tabuni.

Last Updated on Sunday, 11 January 2015 17:45
Read more...
 
Anak Kepala Suku Mee di Timika Ditembak Anggota Brimob PDF Print E-mail
Written by Egulek   
Sunday, 11 January 2015 17:03

Anak Kepala Suku Mee yang Ditembak Brimob di Timika Siswa SMA

Meki Nawipa (19), siswa SMA yang ditembak anggota Brimob (Foto: Jackson Ikomou/Dok suarapapua.com)   

 

TIMIKA,   --Anak Kepala Suku Mee di Timika, Meki Nawipa (19), dikabarkan ditembak, Sabtu (10/01/2015) malam, oleh anggota Brimob Polda Papua, yang sedang berjaga-jaga di kawasan Gorong-gorong, Timika, Papua, dan kini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

SUARAPAPUA.com meberitakan, Ayah dari korban penembakan, Piet Nawipa, Sabtu malam, membenarkan informasi penembakan terhadap anaknya, sekitar pukul 20.00 wit, di Gorong-gorong Timika, Papua.

 

"Benar, anak saya dapat tembak dari anggota Brimob di Gorong-gorong, sekarang sedang dirawat di RSUD Mimika, kami sedang tunggu perkembangan," kata Piet.

 

Kronologi penembakan tersebut, kata Piet, sekitar pukul 19.30 Wit, anaknya bersama temannya makan mie bakso yang biasa dijual di Gorong-gorong. Anaknya sendiri membayar lunas harga mie bakso yang berkisar Rp. 15.000, sedangkan temannya hanya mampu membayar setengahnya karena tidak memiliki uang yang cukup.

 

Last Updated on Sunday, 11 January 2015 17:07
Read more...
 
Akibat Diabaikan Dokter IGD, Pasien di RS Wamena Meninggal Dunia PDF Print E-mail
Written by Egulek   
Friday, 09 January 2015 09:47

Akibat Diabaikan Dokter IGD, Pasien di RS Wamena Meninggal Dunia

         Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jayawijaya (Foto: Ist)                                                                                

 

Jayapura, --- Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jayawijaya, Papua, dokter ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), diketahui malas tahu dengan kehadiran para pasien, sehingga banyak yang meninggal dunia.

Amon Alua, orang tua dari Mendrogen Mosa Alua, pasien anak usia delapan bulan yang meninggal dunia, beberapa waktu lalu, mempertanyakan kinerja petugas medis di rumah sakit tersebut.

 

“Awalnya Mosa, panggilan anak kami muntah-muntah dan mencret pada tanggal 2 Januari 2015 lalu. Karena itu, kami membawanya ke RSUD Kabupaten Jayawijaya,” kata Amon, dikabarkan www.suarapapua.com, Kamis (8/1/2015) siang.

 

Menurut Amon, ketika dibawa ke Rumah Sakit, anaknya didata, setelah diperiksa oleh dokter, dan yang anehnya si dokter mengatakan anaknya tidak sakit apa-apa. 

Last Updated on Friday, 09 January 2015 09:52
Read more...
 
Ini Nama-nama Anggota Tim Penyelidikan Pelanggaran HAM di Paniai PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Friday, 09 January 2015 09:52

Ini Nama-nama Anggota Tim Penyelidikan Pelanggaran HAM Paniai

Keluarga korban menyesalkan penembakan terhadap sejumlah siswa SMA (Foto: Ist)                                            

 

Jakarta, suarapapua.com --- Keputusan sidang paripurna Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Nomor 01/SP/I/2015, telah memastikan pembentukan tim Penyelidikan Pelanggaran HAM di Paniai, dengan melibatkan para tokoh dari luar Komnas HAM.

 

Tim yang diketuai oleh anggota Komnas HAM, Maneger Nasution, bertugas mengungkap fakta dan peristiwa pelanggaran HAM di Paniai, dengan waktu kerja selama tiga bulan, sejak diputuskan, Rabu (7/1/2015) kemarin.

 

Adapun anggota tim penyelidikan dari unsur Komnas HAM, yakni, Hafid Abbas (Ketua Komnas HAM), Natalius Pigai (anggota), Siti Noor Laila (anggota) dan Syane Indriyana (Wakil Ketua).

Sidang juga merekomendasikan tokoh dari unsur masyarakat, agama, TNI/Polri, aktivis HAM, termasuk anggota Komnas HAM Perempuan untuk terlibat langsung.

Last Updated on Friday, 09 January 2015 10:10
Read more...
 
Kasus Paniai, Paripurna Komnas HAM Tetapkan Tim Penyelidik Peristiwa Paniai PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Thursday, 08 January 2015 18:05
 Korban Penembakan di Enarotali, Paniai. Foto list

                   KorbanPenembakan di Enarotali, Paniai. Foto list                                                                          

 
Jayapura, – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI dalam rapat paripurna, Rabu (7/1) malam di Kantor Komnas HAM, Jakarta memutuskan membentuk Tim Penyelidik Peristiwa Paniai untuk menindaklanjuti kasus penembakan lima siswa di Paniai yang terjadi pada 8 Desember 2014 lalu.

 

Duberitakan Jubi, “Rapat paripurna Komnas HAM tadi (Rabu, 7/1 memutuskan untuk membentuk Tim Penyelidik Peristiwa Paniai,” kata Manejer Nasution, Komisioner Komnas HAM, Rabu malam, sebelum rapat paripurna Komnas HAM ini selesai.

Last Updated on Thursday, 08 January 2015 18:24
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 9 of 235

Latest News

Who's Online

We have 246 guests online
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us