West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux m
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.5.55-0+deb7u1-log
Time : 08:42
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 10154
Content : 1232
Web Links : 1
Content View Hits : 3558328
Warta Papua Barat
A Statement from the Australia West Papua Association (Sydney) forwarded by the AHRC PDF Print E-mail
Written by Egulek   
Friday, 16 January 2015 06:13

" INDONESIA: West Papua 2014 Year in Review"

 

This report details incidents of human rights abuses and events that occurred in West Papua during 2014. It is by no means exhaustive. In the report AWPA uses the name “West Papua” to refer to the whole of the western half of the Island of New Guinea.  However, “West Papua” at this time is divided into two provinces, Papua and West Papua.

 

Summary of events

There was no improvement in the human rights situation in West Papua in 2014 The West Papuan people continued to suffer human rights violations from the Indonesian security forces throughout the year which ended tragically when the security forces fired into a crowd of approximately 800 peaceful demonstrators in Enarotali in the Panai regency of West Papua on Monday 8th December, killing five (one dying later from their injuries). Up to 20 others were reported injured some critical in hospital.

 

The climate of fear in Papua inhibits local people from publicly discussing security force abuses. The Witness and Victim Protection Agency can help Enarotali residents who wish to give their account to do so with greater safety. (Phelim Kine, deputy Asia director Human Rights Watch)

 

Last Updated on Friday, 16 January 2015 06:28
Read more...
 
Aparat Kepolisian Kembali Bakar Rumah Warga Di Kampung Banti II, Tembagapura PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Tuesday, 13 January 2015 21:34

    Foto Ilustrasi. Aparat Militer NKRI Membakar rumah warga sipil di Lani jaya.Papua beberapa waktu lalu. Foto List.    

 

Timika, Suara Cenderasih Kolaitaga -- Gabungan TNI dan Polri kembali melakukan pembakaran rumah-rumah warga di Kampung Banti II distrik tembagapura Timika Papua. Pembakaran rumah warga kampung Banti II ini terjadi kemarin, (13/01/2014) pukul 13.40 WPB di tembagapura.

Diberitakan suara cenderawasi kolaitaga, pembakaran rumah warga ini dilakukan oleh aparat kepolisia kota Timika dan anggota kepolisian yang dikirim dari polda Papua bersama dengan TNI dan dan brimob untuk cari Tuan A Waker. lansirnya


Gabungan aparat melakukan penyisiran pembakaran di Tembagapura untuk mencari Ayub Waker bersama anggotanya pasca penembakan terhadap dua anggota Brimo di Tembagapura pada tanggal 02 Januari 2015 lalu.

 

Last Updated on Tuesday, 13 January 2015 21:44
Read more...
 
AMP YOGYA : Tolak Pembangunan Markas Brimob Baru di Jayawijaya PDF Print E-mail
Written by Egulek   
Monday, 12 January 2015 22:42

 

                                                                LOGO AMP. Foto list                                                                             

 

 

AMP YOGYA,  -- Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua [KK-AMP] kota Yogyakarta dengan tegas TOLAK Rencana pembangunan Markas Komando Brigadir Mobil (Mako Brimob), di Kabupaten Jayawijaya, Papua, dengan mengunakan tanah Adat.

 

Dalam pernyataan sikap AMP Yogya yang diterima Warta Papua Barat pagi ini (13/1/2015) menyatakan, kehadiran Aparat negara ( TNI, Polri dan Brimob) di tanah Papua adalah ancaman serius bagi rakyat Papua, dan lebih khusus di kab Jayawijaya yang rencananya akan dibangun itu; tulisnya.

 

Berikut Pernyataan lengkap AMP kota Yogyakarta.

 

Last Updated on Monday, 12 January 2015 22:54
Read more...
 
Andreas Harsono: Negara Sedang Isolasi Persoalan HAM di Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Tuesday, 13 January 2015 19:08

              Andreas Harsono dari Human Right Watch (HRW). Dok. majalahselangkah.com.                                                                        

 

Jakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Andreas Harsono dari Human Rights Watch (HRW) mengungkapkan saat ini negara terkesan mengisolasi rentetan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua dengan tidak menyelesaikan secara tuntas pelaku kejahatan untuk diadili dan diproses secara hukum.

"Kekerasan yang dialami orang Papua sedang ditutupi pantauan pihak luar. Wartawan independen dan jurnalis internasional dilarang meliput masalah Papua. Hal seperti ini tidak mesti terjadi di negara yang menganut sistem demokrasi," ungkapnya dalam diskusi pembacaan situasi Papua yang digelar di rumahnya, Jakarta, Senin (12/1/2015) sore.

Last Updated on Tuesday, 13 January 2015 19:21
Read more...
 
Anggota DPR Papua: TNI/Polri Pelaku Penembekan Lima Siswa di Paniai PDF Print E-mail
Written by Egulek   
Monday, 12 January 2015 21:35

Anggota DPR Papua: TNI/Polri Pelaku Pelaku Penembekan Lima Siswa di Paniai

      Laurenzius Kadepa, Anggota Komisi A DPR-P (Foto Mikha Gobay/ Dok suarapapua.com)                              

 

Jayapura, SUARAPAPUA.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakayat Papua (DPRP), Laurenzus Kadepa, mengatakan, aparat TNI/Polri adalah dalang dan pelaku penembakan di Kabupaten Paniai, pada 8 Desember 2014, yang menelan korban lima orang, dan puluhan lainnya luka-luka.

 

“Mungkin anggota TNI/Polri di Paniai mabuk, masa bisa melakukan penembakan secara brutal terhadap warga sipil yang tidak berdosa, apalagi di siang hari,"  ujar Kadepa, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Abepura, Jayapura, Papua, Senin (12/01/2015); dikutip suarapapua.com

 

Kadepa mengatakan, saat ia bersama beberapa anggota DPR-P mengunjungi Paniai, dan mewawancarai sejumlah korban yang masih hidup, mereka mengatakan bahwa pelaku penembakannya adalah Polisi dan Tentara.

 

Last Updated on Monday, 12 January 2015 21:50
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 8 of 235

Latest News

Who's Online

We have 30 guests online
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us