West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux m
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.5.57-0+deb7u1-log
Time : 17:21
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 12238
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 3683753
Warta Papua Barat
AJI Looks Forward for President Joko Widodo Proving His Word to Open Access for Foreign Journalists to Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Thursday, 14 May 2015 09:45
AJI Looks Forward for President Joko Widodo Proving His Word to Open Access for Foreign Journalists to Papua
Warta Papua Barta/aji.or.id, -The Alliance of Independent Journalists (AJI) conveys its appreciation towards President Joko Widodo's statement that he would open wide the gates for foreign journalists to carry out their journalistic duties in Papua. Although AJI asserts that a proof is still needed to validate the goodwill of the President.
Since Papua became part of Indonesia, a working restriction has been enforced particularly to foreign journalists covering this easternmost region of Indonesia. Foreign journalists who would cover Papua had to pass through a clearing house that involved 12 ministries or state institutions, from the Ministry of Foreign Affairs, the Police Department, State Intelligence Agency, to the Coordinating Ministry of Political, Legal and Security Affairs. This procedure has become the state tool to impede journalists with intention to cover Papua without restriction. This clearing house scheme is not transparent in practice since it has originally no clear legal basis.
Last Updated on Thursday, 14 May 2015 09:50
Read more...
 
AMP Gelar Posko Papua Zona Darurat PDF Print E-mail
Written by Punik Castro   
Tuesday, 12 May 2015 21:51
Sejumlah mahasiswa Papua di Yogyakarta saat memasang spanduk bertuliskan "Papua Zona Darurat" di gerbang masuk Asrama Kamasan I Papua, Jl. Kusumanegara, Yogyakarta. Foto: MS.


Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH
-- Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Yogyakarta hari ini, Senin (11/5/15) gelar Posko Papua Zona Darurat, bertempat di Asrama Kamasan I Papua, Jl. Kusumanegara, Yogyakarta.

Ketua AMP kota Yogyakarta, Abbi Douw kepada majalahselangkah.com menjelaskan, kondisi Papua saat ini dalam situasi kritis dan sangat terpuruk dalam sisi penegakan hak asasi manusia, kebebasan berpendapat dan menyampaikan pendapat seperti demonstrasi damai menuntut kemerdekaan Papua, hingga kepada pembunuhan oleh orang tak dikenal terhadap aktivis-aktivis rakyat yang memperjuangkan kepentingan rakyat bila hidupnya tidak berakhir di penjara.

"Tertutupnya semua sendi penopang implementasi sistem demokrasi dari negara kolonial Indonesia di Papua sangat kontras dengan kampanyenya pada dunia sebagai negara yang menjunjung demokrasi. Papua dikhususkan dalam implementasi demokrasi dan penegakan HAM," ujar Douw menjelaskan mengapa Posko Papua Zona Darurat didirikan.

Last Updated on Tuesday, 12 May 2015 21:55
Read more...
 
Mahasiswa Papua Kembali Gelar Aksi Tuntut Pemerintah Indonesia Tutup PT. Freeport Indonesia PDF Print E-mail
Written by Punik Castro   
Friday, 13 February 2015 14:55

Mahasiswa Papua sedang Aksi di depan asrama mahasiswa Papua Kamasan 1 Jl. Kusumanegara. Foto SPP

    Mahasiswa Papua sedang Aksi di depan asrama mahasiswa Papua Kamasan 1 Jl. Kusumanegara. Dok SPP             

 

Warta Papua Barat,  – Puluhan Mahasiswa Papua di Yogyakarta yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Papua (AMP) kembali gelar aksi menunutut pemerintah Indonesia tutup perusahaaan raksasa PT.Freeport indonesia dan Perusahaan asing lain di yang beroperasi di Papua.

 

Koordinator lapangan, Abi dalam orasinya mengatakan, Freeport merupakan awal penderitaan rakyat Papua dimana saat itu status wilaya Papua belum tergabung dalam wilayah NKRI tetapi pemerintah indonesia sudah melakukan kontrak kerja.

 

Aksi Menuntut pemerintah indonesia Tutup PT. Freeport ini digelar dalam bentuk aksi ditempat di depan asrama mahasiswa Papua, Jl. Kusumanegara kota Yogyakarta. Aksi berlangsung selama satu stengah jam, dari jam 10.00 – 11.30 wib. Massa aksi berulang-ulang meneriakkan tutup Freeport selama aksi berlangsung hingga pembacaan pernyataan sikap lalu kembali masuk di dalam asrama mahasiswa Papua.

Berikut release lengkapnya.

 

Last Updated on Friday, 13 February 2015 15:09
Read more...
 
Waspadai Papua Hilang Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Monday, 23 February 2015 00:44

Ya, cukup orang dari tempat lain datang kuras kekayaan sumber daya alam di papua lalu bawa ke Negara mereka untuk mensejahterahkan rakyat dan memajukan di daerah mereka.

 

Jangan mereka bawa orang, budaya, adat, system social , sistem ekonomi dan lain sebagainya dari Papua lalu mereka bawa masuk milik mereka di Papua!

 

Di era sekarang pengaruh Barat sedang mendunia, termasuk di Papua. Tetapi jika kita bandingkan yang kita punya dengan budaya Barat atau Eropa, kita punya lebih baik dan budaya barat tidak semua baik adanya.

 

Banyak kasus yang merugikan kita orang Papua dengan adanya pengaruh budaya barat yang sedang masuk di Papua. Contohnya pergaulan dan system social. yang nampak sekali saat ini budaya.

 

Memang perkembangan jaman dan era globalisasi menuntut kita untuk bersaing dengan Negara lain. Hal ini bukan berarti dengan begitu kita lupa semua yang kita punya lalu mengikuti pengaruh dunia terutama pengaruh eropa yang sedang mendominasi di dunia.

 

Last Updated on Monday, 23 February 2015 00:48
Read more...
 
Amp Jawa Dan Bali Gelar Aksi Menuntut Tutup Freeport Dan Perusahaan Asing Di Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Monday, 02 February 2015 19:56

                Massa Aksi AMP kota Yogyakarta usai membacakan penyataan sikap. (Dok AMP kota Yogyakarta)                                        

 

Warta Papua Barat,  - Masyarakat Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Jawa dan Bali Mengerlar Aksi Demonstrasi Damai Menuntut kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah Papua dan Barat untuk tutup PT. Freeport Indonesia dan perusahaan asing di Papua senin, 2/2/2015. 

 

Jubir aksi  Mikael M sore tadi (2/2/2015) kepada warta papua barat mengatakan, aksi yang dimediasi oleh AMP itu digelar aksi serentak di seluruh Jawa dan Bali . kami menuntut kepada pemerintah untuk menutup Freeport dan seluruh perusahaan asing di Papua.

"Freeport adalah awal permasalahan di Papua. Status Papua yang mana saat itu belum jelas dan  tetapi NKRI sudah melakukan kontrak kerja pada tahun 1967 dua tahun sebelum PEPERA dilaksanakan dan sejak itu hingga saat ini, berbagai permasalah terus terjadi. Freeport merupakan dalang persoalan di Papua sehingga kami tuntut agar segerah tutup Freeport dan perusahaaan lain di Papua, jelas Mikeal.

 

Berikut Release lengkap yang diterima Warta Papua Barat.

 

Last Updated on Monday, 02 February 2015 20:26
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 6 of 236

Latest News

Who's Online

We have 208 guests online
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us