West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux m
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.1.73-log
Time : 14:38
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 8525
Content : 1228
Web Links : 1
Content View Hits : 3361984
Warta Papua Barat
Waspadai Papua Hilang Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Monday, 23 February 2015 00:44

Ya, cukup orang dari tempat lain datang kuras kekayaan sumber daya alam di papua lalu bawa ke Negara mereka untuk mensejahterahkan rakyat dan memajukan di daerah mereka.

 

Jangan mereka bawa orang, budaya, adat, system social , sistem ekonomi dan lain sebagainya dari Papua lalu mereka bawa masuk milik mereka di Papua!

 

Di era sekarang pengaruh Barat sedang mendunia, termasuk di Papua. Tetapi jika kita bandingkan yang kita punya dengan budaya Barat atau Eropa, kita punya lebih baik dan budaya barat tidak semua baik adanya.

 

Banyak kasus yang merugikan kita orang Papua dengan adanya pengaruh budaya barat yang sedang masuk di Papua. Contohnya pergaulan dan system social. yang nampak sekali saat ini budaya.

 

Memang perkembangan jaman dan era globalisasi menuntut kita untuk bersaing dengan Negara lain. Hal ini bukan berarti dengan begitu kita lupa semua yang kita punya lalu mengikuti pengaruh dunia terutama pengaruh eropa yang sedang mendominasi di dunia.

 

Last Updated on Monday, 23 February 2015 00:48
Read more...
 
Mahasiswa Papua Kembali Gelar Aksi Tuntut Pemerintah Indonesia Tutup PT. Freeport Indonesia PDF Print E-mail
Written by Punik Castro   
Friday, 13 February 2015 14:55

Mahasiswa Papua sedang Aksi di depan asrama mahasiswa Papua Kamasan 1 Jl. Kusumanegara. Foto SPP

    Mahasiswa Papua sedang Aksi di depan asrama mahasiswa Papua Kamasan 1 Jl. Kusumanegara. Dok SPP             

 

Warta Papua Barat,  – Puluhan Mahasiswa Papua di Yogyakarta yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Papua (AMP) kembali gelar aksi menunutut pemerintah Indonesia tutup perusahaaan raksasa PT.Freeport indonesia dan Perusahaan asing lain di yang beroperasi di Papua.

 

Koordinator lapangan, Abi dalam orasinya mengatakan, Freeport merupakan awal penderitaan rakyat Papua dimana saat itu status wilaya Papua belum tergabung dalam wilayah NKRI tetapi pemerintah indonesia sudah melakukan kontrak kerja.

 

Aksi Menuntut pemerintah indonesia Tutup PT. Freeport ini digelar dalam bentuk aksi ditempat di depan asrama mahasiswa Papua, Jl. Kusumanegara kota Yogyakarta. Aksi berlangsung selama satu stengah jam, dari jam 10.00 – 11.30 wib. Massa aksi berulang-ulang meneriakkan tutup Freeport selama aksi berlangsung hingga pembacaan pernyataan sikap lalu kembali masuk di dalam asrama mahasiswa Papua.

Berikut release lengkapnya.

 

Last Updated on Friday, 13 February 2015 15:09
Read more...
 
Natalis Tabuni Gagal Membangun Intan Jaya PDF Print E-mail
Written by Punik Castro   
Friday, 30 January 2015 08:41

Logo Kabupaten Intan Jaya. diambil dari google

 

Oleh : Dami Zanambani

 

Pada dasarnya bupati memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelengaraan pembagunan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD.  Oleh sebabnya,  semestinya  seorang bupati menjadi pemimpin proses pembagunan itu sendiri untuk melaksanakan kewajiban sebagai kepala daerah.

Namun yang terjadi saat ini di Kabupaten Intan Jaya sangatlah ironis. Proses pembangunan bisa dikatakan vakum.

Buktinya sekarang ini, pembangunan fisik, kesehatan, dan pendidikan  berjalan ditempat.  Ini mengartikan bahwa selama dua setenga tahun masa kerja Natalis Tabuni gagal dalam membangun Kabupaten Intan Jaya.

 

Last Updated on Friday, 30 January 2015 08:50
Read more...
 
Amp Jawa Dan Bali Gelar Aksi Menuntut Tutup Freeport Dan Perusahaan Asing Di Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Monday, 02 February 2015 19:56

                Massa Aksi AMP kota Yogyakarta usai membacakan penyataan sikap. (Dok AMP kota Yogyakarta)                                        

 

Warta Papua Barat,  - Masyarakat Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Jawa dan Bali Mengerlar Aksi Demonstrasi Damai Menuntut kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah Papua dan Barat untuk tutup PT. Freeport Indonesia dan perusahaan asing di Papua senin, 2/2/2015. 

 

Jubir aksi  Mikael M sore tadi (2/2/2015) kepada warta papua barat mengatakan, aksi yang dimediasi oleh AMP itu digelar aksi serentak di seluruh Jawa dan Bali . kami menuntut kepada pemerintah untuk menutup Freeport dan seluruh perusahaan asing di Papua.

"Freeport adalah awal permasalahan di Papua. Status Papua yang mana saat itu belum jelas dan  tetapi NKRI sudah melakukan kontrak kerja pada tahun 1967 dua tahun sebelum PEPERA dilaksanakan dan sejak itu hingga saat ini, berbagai permasalah terus terjadi. Freeport merupakan dalang persoalan di Papua sehingga kami tuntut agar segerah tutup Freeport dan perusahaaan lain di Papua, jelas Mikeal.

 

Berikut Release lengkap yang diterima Warta Papua Barat.

 

Last Updated on Monday, 02 February 2015 20:26
Read more...
 
AMP Minta PT Nabire Baru "Angkat Kaki" dan Tarik Militer dari Tanah Papua PDF Print E-mail
Written by Punik Castro   
Wednesday, 28 January 2015 12:54

    Pembabatan hutan di Nabire untuk perkebunan Kelapa Sawit di Nabire oleh PT Nabire Baru. Foto: mongabay.co.id.                    

 

Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta mengutuk tindakan perusahan kelapa sawit yang menggunakan jasa aparat keamanan untuk melindungi diri dari masyarakat pemilik hak ulayat di Kampung Sima, Nabire, Papua yang menghendaki PT Nabire Baru "angkat kaki" dari tanah mereka.

Perusahan kelapa sawit PT. Nabire Baru, menurut AMP,  beroperasi di Nabire tanpa mendapatkan persetujuan dari mayoritas masyarakat adat suku besar Yerisiam dan beberapa suku lain sebagai pemilik hak ulayat.

 "Tanpa dasar hukum yang jelas PT. Nabire Baru masuk dan beroperasi, kepala suku setempat telah tolak kehadiran perusahan, apalagi menggunakan jasa aparat keamanan," tulis AMP melalui pernyataan tertulis diberitakan majalahselangkah.com, Selasa, (27/1/15),

AMP menilai, sejak  aneksasi tanah Papua yang sebelumnya menentukan nasib sendiri (1 Desember 1961), militer di tanah Papua menjadi ketakutan tersendiri di hati setiap warga asli Papua.

Last Updated on Wednesday, 28 January 2015 12:59
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 235

Latest News

Who's Online

We have 298 guests online
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us