West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux m
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.5.57-0+deb7u1-log
Time : 12:10
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 12004
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 3621810
Warta Papua Barat
Anak Sekolah Kok Disiksa Dengan Tuduhan Palsu, Polisi Payah! PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Saturday, 08 August 2015 01:47

Dogiyai, Dikabarkan, Anggota Kepolisian Daerah Papua yang bertugas di Kabupaten Dogiyai, Papua, menyiksa seorang pelajar Sekolah Menengah Theologi Kristen (SMTK) Dogiyai, Amos Pekei, Rabu (16/7/2015) lalu. 


Menurut Cerita Amos Pekei, di halaman Gereja Kalvari Digikotu, Moanemani, Dogiyai, yang diberitakan majalahselangkah.com, Kamis (23/7/2015)

"Saat itu saya ada pulang setelah antar orang di Dinas Pendidikan. Saya dihadang mobil kaca gelap Avansa di depan Gereja St. Maria Immaculata Moanemani, Dogiyai," ungkap Amos.

Last Updated on Saturday, 08 August 2015 02:02
Read more...
 
Presiden GIDI: Pemuda Tidak Bakar Mushola! PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Saturday, 18 July 2015 18:11

Ini Delapan Point Pernyataan Sikap Presiden GIDI: Pemuda Tidak Bakar Mushola!

Salah satu korban penembakan aparat TNI/Polri di Tolikara yang sedang di rawat di rumah sakit.

(Foto: Yulan Lantipo)

 

TOLIKARA, suarapapua.com/WPB,--- Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Pdt. Dorman Wandikmbo, dari Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, mengirimkan delapan (8) point pernyataan sikap Gereja, terkait insiden/peristiwa, yang terjadi kemarin, 17 Juli 2015, di Tolikara.

 

Pdt. Dorman mengatakan, pemuda gereja tidak melarang, bahkan melakukan pembakaran terhadap Mushola, namun hanya ingin mempertanyakan ketegasan Polisi dan TNI terkait kesepakatan bersama yang pernah dilangsungkan beberapa waktu lalu, namun sudah keburu alat negara (senjata) digunakan untuk menembak 12 pemuda gereja. dikabarkan suarapapua.com

 "Jadi saya mau tegaskan tidak benar masyarakat Tolikara, atau warga gereja GIDI melakukan pembakaran terhadap Mushola (seperti pemberitaan berbagai media massa di tingkat nasional), namun hanya beberapa kios yang dibakar pemuda, dan merembet hingga membakar Musolah karena dibangun menggunakan kayu, dan berhimpit-himpit dengan kios/rumah milik warga Papua maupun non-Papua, sehingga dengan cepat melebar dan terbakar."

 

Last Updated on Saturday, 18 July 2015 18:20
Read more...
 
KNPB dan PRD Timika Tolak LMA di Tanah Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Tuesday, 14 July 2015 18:15

PRD and KNPB Timika mediate people reject LMA, BMP, LMR RI and institutions smelled custom-made Jakarta in Timika, 07/13/2015. Jubi / Arnold Belau

PRD dan KNPB Timika memediasi rakyat menolak LMA, BMP, LMR RI dan lembaga-lembaga berbau adat buatan Jakarta di Timika, 13/7/2015. Dok Jubi/Arnold Belau

 

Timika, Jubi/Warta Papua Barat– Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) sebagai Penanggung jawab Politik rakyat Papua Barat, melakukan ibadah dan aksi penolakan terhadap pembentukan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) versi Jakarta, Barisan Merah Putih (BMP), dan pengiriman aparat keamanan (TNI-POLRI) ke seluruh tanah Papua khususnya Timika.


KNPB dan PRD wilayah Timika menilai pembentukan LMA, BMP, BAIS, dan pengiriman Tentara dan Polisi dalam jumlah yang besar ke Timika dalam beberapa pekan terakhir bertujuan untuk mengacaukan situasi dan kondisi Timika, karena isu Papua diterima dalam forum KTT MSG yang ke-22 pada 26 Juni 2015 lalu di Honiara, saat ULMWP diterima sebagai Observer (pengamat).

“16 sektor KNPB dan PRD Wilayah Timika, dengan Tegas menolak semua program NKRI di Teritori West Papua, karena mereka datang tujuannya untuk membunuh dan merampok menjajah orang asli Papua,” ketua KNPB Timika, Steven Itlay, melalui surat elektronik yang diterima Jubi, Senin (13/10/2015) dari Timika. pada Senin (13/07/2015) di Timika.

 

Last Updated on Tuesday, 14 July 2015 18:20
Read more...
 
Ketua DPR Papua : Pembebasan Tapol Bukan Solusi Penyelesaian Masalah Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Tuesday, 14 July 2015 18:35

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda - Jubi/Arjuna

                                        Ketua DPR Papua, Yunus Wonda - Jubi/Arjuna                                                                           

 

Jayapura, Jubi/Warta Papua Barat – Pembebasan lima Tahanan Politik (Tapol) Papua oleh Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Papua beberapa bulan lalu ditanggapi DPR Papua. Kebijakan itu dianggap bukan solusi penyelesaian masalah Papua.


Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, beragam tanggapan muncul pasca pembebasan lima Tapol itu. Ada pihak yang menilai langkah itu bisa merangkul pihak berseberang yang ada di Papua. Namun kata Wonda, pembebasan Tapol tak akan menyelesaikan masalah Papua.

“Masalah Papua lebih kepada masalah politik. Pembebasan Tapol tak akan menyelesaikan masalah Papua. Pemerintah pusat harusnya berani membuka diri melaksanakan dialog damai Jakarta – Papua. Selama itu belum dilaksanakan, masalah Papua tak akan selesai,” kata Yunus Wonda, Selasa (14/7/2015).

Last Updated on Tuesday, 14 July 2015 18:38
Read more...
 
Sepanjang Mei 2015, 474 Orang di Papua Ditangkap Aparat Negara PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Friday, 29 May 2015 22:29

                             Foto dari Gerakan PapuaItuKita. Sumber: Dok. PapuaItuKita.                                                                                               

 

Jakarta, MS/WPB -- Gerakan Papua Itu Kita mencatat sepanjang awal Mei 2015, 444 orang Papua ditangkap di beberapa kota di Papua. Penangkapan juga terjadi terhadap warga Papua di Manado dan Surabaya. 

Kebanyakan mereka ditangkap saat tengah menggelar demonstrasi mendukungThe United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) sebagai representasi Papua di Melanesia Spearhead Group (MSG) dan demo untuk penentuan nasib sendiri bangsa Papua.

Last Updated on Friday, 29 May 2015 22:34
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 236

Latest News

Who's Online

We have 64 guests online
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us