West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.38
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 19:45
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 13108
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4198342
Warta Papua Barat
Tak Ada Ruang Untuk Korban dalam Tim Terpadu Menko Polhukam PDF Print E-mail
Written by Ronald Juan KB   
Friday, 17 June 2016 23:42

Menko Polhukam, Luhut Binsar Panjaitan bersama Kepala Bappenas, Kapolda Papua dan Bupati Jayawijaya ketika tiba di Kantor Bupati Jayawijaya – Jubi/Islami

Menko Polhukam, Luhut Binsar Panjaitan bersama Kepala Bappenas, Kapolda Papua dan Bupati Jayawijaya

                          ketika tiba di Kantor Bupati Jayawijaya – Jubi/Islami

 

Wamena, – Upaya menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh pemerintah melalui tim terpadu yang dibentuk oleh Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) harus melibatkan seluruh unsur yang berkepentingan.

 

Theo Hesegem, aktivis HAM Papua yang masuk dalam tim investigasi pelanggaran HAM perwakilan dari Pegunungan Tengah Papua mengakui seluruh pelanggaran HAM di Papua harus diselesaikan tetapi perlu melibatkan seluruh unsur komponen, dalam hal ini baik KNPB, dewan adat, bila perlu OPM juga dihadirkan untuk menyampaikan pendapatnya.

“Korban-korban itu harus menyampaikan begitu juga dengan keluarga korban yang ada di sini. Mereka punya hak untuk menyampaikan beberapa hal kepada Menko Polhukam, tetapi ruang itu tidak ada,” kata Theo

Last Updated on Friday, 17 June 2016 23:46
Read more...
 
GRPB : Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Bangsa Papua PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Friday, 17 June 2016 05:53

          Foto aksi GRPB hendak keluar dari asrama Kamasan 1 Yogyakarta. Dok WPB.

 

Yogyakarta, - Ratusan Masyarakat Papua yang tergabung dalam Gerarakan Rakyat Papua Barsatu (GRPB) dan organisasi pro demokrasi Yogyakarta berdemonstrasi mengecam tindakan represif dan tangkap sewenang-wenang yang dilakukan aparat kepolisian terhadap aktivis, mahasiswa dan rakyat Papua di seluruh tanah Papua.

 

Aksi damai GRPB kota Yogyakarta menyikapi tindakan aparat kopolisian negara RI di Papua dimana ribuan rakyat Papua ditangkap oleh gabungan aparat negara RI di seluaruh tanah Papua saat ketika mengelar aksi damai bahkan mahasiswa yang ditangkap di kampus dan sejumlah aktivis yang ditangkap saat membagikan selebaran di jalanan.

 

Polda Papua dinilai membungkam ruang demokrasi begitu rapat di Papua dan dinilai berlebihan menangkap ribuan rakyat Papua tanpa dasar hukum yang jelas dan sewenang-wenang.

Last Updated on Saturday, 18 June 2016 00:02
Read more...
 
Tolak TIM Pencari Fakta HAM Papua Bentukan Luhut, Ribuan Rakyat Papua Turun Jalan PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Wednesday, 15 June 2016 08:54

                                             Massa Aksi Damai Tolek Tim Pencari Fakta HAM bentukan pemerintah RI, di Jayapura.

 

wartapapuabarat.org, -Menolak Tim pencari fakta pelanggaran hak asasi manusia di Papua yang dibentuk pemerintah RI melalui menko polhukam, Luhut Pandjaitan, ribuan rakyat Papua di semua kota melakukan demonstrasi pada hari, 15 Juni 2016.

 

Penolakan rakyat Papua terhadap tim pencari fakta yang dibentuk pemerintah dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu dilakukan dengan bentuk berbeda. sejumlah kota besar di Papua melakukan demonstrasi damai, doa bersama dan lainnya. di Jayapura, ribuan rakyat Papua melumouhkan kota Jayapura. 

 

Demonstrasi hari ini rakyat Papua menuntut :

1. Dengan Tegas Tolak Tim Pencari HAM Papua yang dibentuk pemerintah RI.

2. Mereka tuntut Misi Pencari Fakat PIF.

3. Tuntut pendampingan internasional bagi referendum di West Papua.

 

Foto aksi rakyat Papua yang dimendiasi oleh KNPB.

Last Updated on Saturday, 18 June 2016 00:01
Read more...
 
GRPB Kecam Tindakan Represif dan Main Tangkap Yang Dilakukan Kepolisian di Papua PDF Print E-mail
Written by Punik Castro   
Friday, 17 June 2016 05:28
     Aksi Gerakan Rakyat PApua Bersatu (GRPB), 16 Juni 2016 di Yogyakarta. Dok WPB
Yogyakarta, 16/06/2016 - Menyikapi tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian daerah Papua dan Papua Barat, dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, serta dengan adanya tindakan main tangkap secara sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap puluhan aktivis Komite Nasional Papua Barat  (KNPB) dan Mahasiswa menjelang aksi damai rakyat Papua yang akan digelar pada tanggal 15 Juni 2016 mendatang, Gerakan Rakyat Papua Bersatu [GRPB] menyatakan sikap, "Mengecam Tindakan Represif dan Aksi Main Tangkap Secara Sewenang-wenang Yang Dilakukan Aparat Kepolisian Aktivis, Mahasiswa dan Rakyat Papua di Seluruh Tanah Papua !".
Hal ini disampaikan oleh Y Kossay, selaku koordinator GRPB, saat ditemui di Asrama Mahasiswa Papua, Kamasan I Yogyakarta. Y Kossay menjelaskan bahwa tindakan represif dan penangkapan secara sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat kepolisian Republik Indonesia terhadap aktivis dan Mahasiswa di tanah Papua, merupakan tindakan yang telah mencederai hukum dan demokrasi yang selama ini dijunjung oleh mereka (Indonesia). "Tindakan yang dilakukan Polisi di tanah Papua, dengan merepresif dan menangkap aktivis dan mahasiswa, ini adalah tindakan yang anti terhadap demokrasi, Indonesia selalu menyanjung dirinya sebagai negara hukum dan demokrasi, tapi kenapa hal itu tidak diwujudkan di Papua ?, dengan tindakan Polisi yang seperti ini, maka Indonesia sangat tidak layak dinyatakan sebagai negara hukum dan demokrasi", tegas Y Kossay.
Last Updated on Friday, 17 June 2016 05:48
Read more...
 
Negosiasi Buntu, Massa Aksi KNBP Ancam Demo Hingga Malam PDF Print E-mail
Written by Egulek   
Wednesday, 15 June 2016 08:12
Oleh : Yuliana Lantipo.
Negosiasi antara massa aksi dengan aparat kepolisian gagal, massa aksi tertahan di gapura Universitas Cenderawasih - Jubi/Yuliana Lantipo
Negosiasi antara massa aksi dengan aparat kepolisian gagal, massa aksi tertahan di gapura Universitas Cenderawasih – Jubi/Yuliana Lantipo
Jayapura,  – Negosiasi antara polisi dan massa aksi Komite Nasional Papua Barat tidak membuahkan hasil. Ratusan massa aksi dibeberapa titik di Jayapura tak dizinkan berkumpul bersama. Massa ancam akan duduki jalanan hingga tengah malam.
Aksi KNPB ini bertujuan menolak kedatangan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Luhut B Panjaitan, yang direncanakan tiba di Jayapura pada Rabu (15/6/2016) ini.
Pantauan Jubi, ada tiga kelompok aksi di Perumnas 3 yang dihadang polisi. Pertama, sekitar 500 massa dari arah Rusunawa Universitas Cenderawasih (Uncen), sekelompok mahasiswa Uncen yang mengenakan jas almamater kuning di jalan Direktorat  Uncen, dan sekitar 300 massa di Jalan Perumnas 3 tempat putaran taxi. Jumlah massa terus bertambah.
Last Updated on Wednesday, 15 June 2016 08:19
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 3 of 236

Latest News

Who's Online

We have 42 guests online
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us