West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux m
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.1.73-log
Time : 18:33
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 8699
Content : 1228
Web Links : 1
Content View Hits : 3410393
Statements
GRPB Kecam Tindakan Represif dan Main Tangkap Yang Dilakukan Kepolisian di Papua PDF Print E-mail
Written by Punik Castro   
Friday, 17 June 2016 05:28
     Aksi Gerakan Rakyat PApua Bersatu (GRPB), 16 Juni 2016 di Yogyakarta. Dok WPB
Yogyakarta, 16/06/2016 - Menyikapi tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian daerah Papua dan Papua Barat, dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, serta dengan adanya tindakan main tangkap secara sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap puluhan aktivis Komite Nasional Papua Barat  (KNPB) dan Mahasiswa menjelang aksi damai rakyat Papua yang akan digelar pada tanggal 15 Juni 2016 mendatang, Gerakan Rakyat Papua Bersatu [GRPB] menyatakan sikap, "Mengecam Tindakan Represif dan Aksi Main Tangkap Secara Sewenang-wenang Yang Dilakukan Aparat Kepolisian Aktivis, Mahasiswa dan Rakyat Papua di Seluruh Tanah Papua !".
Hal ini disampaikan oleh Y Kossay, selaku koordinator GRPB, saat ditemui di Asrama Mahasiswa Papua, Kamasan I Yogyakarta. Y Kossay menjelaskan bahwa tindakan represif dan penangkapan secara sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat kepolisian Republik Indonesia terhadap aktivis dan Mahasiswa di tanah Papua, merupakan tindakan yang telah mencederai hukum dan demokrasi yang selama ini dijunjung oleh mereka (Indonesia). "Tindakan yang dilakukan Polisi di tanah Papua, dengan merepresif dan menangkap aktivis dan mahasiswa, ini adalah tindakan yang anti terhadap demokrasi, Indonesia selalu menyanjung dirinya sebagai negara hukum dan demokrasi, tapi kenapa hal itu tidak diwujudkan di Papua ?, dengan tindakan Polisi yang seperti ini, maka Indonesia sangat tidak layak dinyatakan sebagai negara hukum dan demokrasi", tegas Y Kossay.
Last Updated on Friday, 17 June 2016 05:48
Read more...
 
AMP JOGJA : KAPOLDA PAPUA SEGERAH BEBASKAN TAHANAN AKTIVIS KNPB DI NABIRE & BUKA RUANG DEMOKRASI DI PAPUA PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 26 November 2014 07:50

Amp Komite Kota Yogyakarta

Ini Releasse lengkap yang diterima Warta Papua Barat.

 

Bapak-bapak Penegak hukum ( Kepolisisan ) dan bapak-bapak Keamanan (TNI-Brimob) di Papua tidak boleh Menembak dan menangkap serta aniaya masyarakata tanpa alasan Hukum yang jelas!

 

Kami dari Komite kota Aliansi Mahasiswa Papua (KK-AMP) kota Yogyakarta sangat menyesel dan menyayangkan tindakan aparat Penegak Hukum  Polresta Nabire dan Polresta Dogiyai yang tidak berkemanusiaan dan tidak profesional dalam menjalankan tugas.

Last Updated on Wednesday, 26 November 2014 08:38
Read more...
 
AMP : HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI SOLUSI DEMOKRATIS BAGI RAKYAT PAPUA BARAT PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 01 July 2014 16:06

Pernyataan Sikap


Setelah wilayah Papua dimasukan secara paksa lewat manipulasi Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) oleh Indonesia tahun 1969, wilayah Papua dijadikan wilayah jajahan. Indonesia mulai memperketat wilayah Papua dengan berbagai operasi sapu bersih terhadap gerakan perlawanan rakyat Papua yang tidak menghendaki kehadiran Indonesia di Papua.
Pada 1 Juli 1971 bertempat di Desa Waris, Numbay -  Papua, dekat perbatasan PNG dikumandangkan “Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat” oleh Brigjend Zeth Jafet Rumkorem selaku Presiden Papua Barat. Namun demikian, proklamasi tidak dapat melepaskan Papua dari cengkraman kekejaman dan kebrutalan kekuatan militer Indonesia yang sudah menguasai seluruh wilayah Papua.
Last Updated on Tuesday, 01 July 2014 16:24
Read more...
 
Boikot Pilpres Tanpa Kekerasan PDF Print E-mail
Written by Ronald Juan KB   
Wednesday, 18 June 2014 07:47

Kord Dept Pedidikan, Yesaya Koteka Goo

Jogyakarta, AMP JOGJA – KORD DEPT PENDIDIKAN KOMITE KOTA AMP YOGAYAKARTA, Yesaya Koteka Goo kembali menegaskan dan menyeruhkan rakyat West Papua agar memboikot Pemilihan Presiden Indonesia, 9 Juli 2014 dengan cara yang bermartabat, yakni tanpa kekerasan.

 

Kepada AMPnews, Yesaya Koteka Goo merilis seruan yang ditujukan kepada seluruh organisasi perjuangan, Organisasi Mahasiswa, Paguyuban,  Gereja, Adat, LSM, dan termasuk PNS, TNI/Polisi orang Papua yang ada diatas teritori West Papu agar ikut menyukseskan agenda pemboikotan karena West Papua dalam kondisi terancam.

 

“Segera melakukan boikot Pemilu Presiden Indonesia pada tanggal 9 Juli 2014 dengan cara-cara yang damai, bermartabat dan demokratis dengan cara mengunakan hak pilihnya untuk tidak terlibat dalam pencoblosan di TPS”.

 

Dalam pemboikotan Pilpres Indonesia, 09 Juli 2014 mendatang, menurut Goo, AMP menyeruhkan untuk tidak menggunakan dengan cara kekerasan, namun secara bermartabat, yakni dengan menunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan Hak Asasi Manusia Rakyat Papua Barat untuk tidak memberikan hak suaranya dalam pemilihan presiden NKRI.

Last Updated on Wednesday, 18 June 2014 07:53
Read more...
 
SHDRP SUPPORTS THE STATEMENT THE BOYCOTT PRESIDENTIAL ELECTION IN WEST PAPUA, 2014. PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 06 May 2014 20:31

Warta Papua Barat, 07/05/' 14 -The official statement supported and attitude is made by SHDRP, to Boycott the Indonesia presidential election or political activities in the land of West Papua. The Chairman of the SOLIDARITY law, Human Rights and Democracy the Civilians of West PAPUA (SHDRP) Usama Usman Yogoby, makes the official support and statement.

The position of Indonesia and the Government of Republic Indonesia (NKRI) above the land of the West Papua is treason or disloyalty, and then all programs and activities in the run up to the land of Papua are ILLEGAL.

West Papuan people's life is hunted, threatened and mostly demolished everything by Indonesian government. More over now, the Indonesian government has been forced the West Papuan to come under Indonesian’s rules s. The Indonesia imposes State of Papua Indonesia joined under pressure Military in May 1, 1963.

Last Updated on Tuesday, 06 May 2014 20:48
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us