West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.38
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 11:00
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 13003
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4190242
Inilah Kronologis Versi Habel Nawipa PDF Print E-mail
Written by Jubi   
Saturday, 03 September 2011 23:49
JUBI --- Sebagai upaya pembelaan diri atas tuduhan keterlibatannya dalam peristiwa perampasan senjata di Mapolsek Komopa, Distrik Agadide, Kabupaten Paniai, Selasa (16/8), Habel Nawipa dihadapan pihak penyidik di Polres Paniai, Kamis (1/9), membeberkan kronologis kejadiannya.  “Tidak benar kalau ada yang bilang saya rampas senjata itu. Saya bukan pelaku,” ujar Habel. Berikut cuplikan kesaksian Habel Nawipa terkait kasus perampasan dua buah pucuk senjata tersebut.

 
Hari Senin, 15 Agustus 2011, sekitar pukul 13.15 WIT, saya ditelepon oleh John Magai Yogi. Dia suruh saya datang ke ujung jalan baru dekat Kali Weya. Saat itu saya sedang siap untuk ikut pertemuan bersama Tokoh-tokoh Gereja dalam rangka menyikapi desas-desus tentang rencana perang di Paniai. Tapi, karena John bilang perlu dan harus ketemu, maka saya pun pergi ke tempat yang dia janjikan.

Begitu tiba di tempat yang dijanjikan, saya langsung ditodong dan diancam dengan senjata oleh John dan teman-temannya. Mereka ancam saya, kalau tidak ikut, mereka akan tembak saya di tempat. Ya, terpaksa saya ikut saja. Kami naik johnson. Menuju arah Dagouto. Dan sekitar pukul 14.05 WIT, mereka sita tas saya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan. Tapi sempat berhenti, singgah di pinggir Danau Paniai. Hari sudah mulai gelap. Kami meneruskan perjalanan dan speedboat yang kami tumpangi diarahkan ke Pelabuhan Pasir Putih. Tiba di sana pukul 24.00 malam. Selanjutnya kami jalan kaki ke Komopa.

Sampai di dekat Kali Dinu, Kampung Toyaimuti, mereka todong saya sambil memerintahkan saya yang harus pimpin jalan menuju tempat polisi. Dalam kondisi ditekan itu saya terpaksa memimpin jalan. Tiba di Kantor Polsek Komopa sekitar pukul 00.30 WIT, John dan teman-temannya langsung mendobrak salah satu kamar dan di dalamnya ternyata ada seorang anggota polisi. Mereka todong dia dengan senjata dan mengancam segera kasih senjata. Saat itu beberapa anggota TPN OPM mencari isi seluruh kamar dan berhasil membawa keluar dua pucuk senjata.

Selanjutnya mereka arahkan saya sama-sama ke rumah polisi. Sampai di perumahan polisi, mereka mendobrak pintu rumah Butet Latif, anggota Polsek Komopa. Dia ditodong dengan senjata dan parang tepat di leher. Melihat kondisi seperti itu, saya berusaha halangi tindakan anggota TPN OPM. Saya bilang kepada mereka, jangan membuat sesuatu tindakan kepada Pak Butet. Saat itu beberapa orang lain mencari apa yang mereka inginkan dalam rumah.

Tetapi karena tidak temukan sesuatupun, mereka minta Pak Butet segera keluarkan senjata yang disimpannya. Pak Butet mengaku tidak simpan senjata karena tidak dibagikan kepada anggota Polsek Komopa. Semua senjata sudah dikumpulkan. John dan teman-temannya memaksa dia untuk pergi ambil amunisi di pimpinannya. Pak Butet kemudian memimpin mereka ke Kapolsek Komopa, AKP Michael Rumbrapuk.

Saya tidak ikut. Saat itu saya dijaga ketat oleh anggota TPN OPM. Mereka siaga dengan senjata di halaman rumah Butet. Dari halaman itu saya lihat Pak Butet bersama kelompoknya John ke rumah Kapolsek. Butet masuk ketemu Kapolsek, sedangkan John dan anggotanya berdiri di luar rumah.

Karena Pak Butet lama dalam kamar Kapolsek, anggota TPN OPM yang berdiri di luar rumah sempat melepaskan dua kali tembakan ke udara. Tapi tidak ada reaksi dari dalam kamar. John langsung masuk ke kamar. Entah apa yang terjadi antara John, Butet dan Kapolsek, saya tidak tahu. Karena saya tidak bisa lihat, lagi pula saya masih dikawal beberapa anggota TPN OPM di halaman rumah Butet.

Beberapa saat kemudian John keluar. Dan setelah itu John mengajak kami segera keluar meninggalkan lingkungan Kantor Polsek Komopa.

Dalam perjalanan pulang, ada anggota TPN OPM tembak dua kali ke arah udara. Lalu di pertengahan jalan, saya disuruh pulang ke rumah dan selanjutnya saya tidak tahu perjalanan John dan teman-temannya.

“Kesaksian saya sekaligus kronologi kejadian itu sudah saya ceritakan langsung. Dan secara tertulis juga sudah saya berikan kepada pihak Polres Paniai,” kata Habel. (J/04)

Last Updated on Saturday, 03 September 2011 23:54
 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us