West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.38
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 11:18
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 12969
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4185272
Human Rights
Soal Penembakan di Mulia Diserahkan Ke Pihak Berwajib PDF Print E-mail
Written by Papos   
Sunday, 28 March 2010 02:18

JAYAPURA [PAPOS]- Terjadinya aksi penembakan yang kembali terjadi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin [22/3] lalu menurut Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem, SE sepenuhnya diserahkan pemerintah daerah kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut Wagub, insiden yang terjadi terus menerus di daerah Kabupaten Puncak Jaya belakangan ini maupun daerah lainnya, hingga kini jajaran aparat keamanan masih terus melakukan pengejaran kepada pelaku penembakan.

Read more...
 
LAPORAN KONFLIK KEKERASAN DI TANAH PAPUA PDF Print E-mail
Written by Markus Haluk   
Saturday, 27 March 2010 23:06

LAPORAN KONFLIK KEKERASAN DI TANAH PAPUA

SELAMA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DAN PILPRES (APRIL, MEI, JUNI, JULI 2009)

O

L

E

H

MARKUS HALUK

(TIM KERJA KONSENSUS NASIONAL BANGSA PAPUA) 

Jayapura, 31 Juli 2009 

P E N G A N T A R

Para Pecinta dan Pejuang Keadilan Bangsa Papua yang saya hormati, pada kesempatan ini Tim Kerja Konsensus Nasional Papua hendak menyampaikan laporan kekerasan yang telah terjadi di tanah Papua selama proses Pemilihan Umum (Pemuli) legislative pada tanggal 9 April sampai dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tanggal 8 Juli 2009. Sesuai dengan pengamatan dan catatan kami selama ini maka aksi kekerasan maupun bencana kecelakaan pesawat dalam empat bulan terakhir ini meningkat drastis, mulai dari penyebaran ancaman dan teror melalui pesan SMS (Short Message Service), pernyataan teror dan intimidatif melalui media, penangkapan sewenang-wenang, penahanan dan pemenjarahan oleh aparat keamanan terhadap warga sipil, terjadinya pembungkaman ruang; kebebasan, demokrasih, HAM dan hukum, penembakan secara tidak manusiawi, penyerangan oleh aparat keamanan maupun kelompok tidak dikenal atau oleh TPN (Tentara Pembebasan Nasional)/OPM (Organisasi Papua Merdeka), penggeledahan kantor dan rumah warga, aski pengibaran bendera Bintang Kejora serta kecelakaan beberapa pesawat di tanah Papua. Hampir setiap saat terus terjadi berbagai peristiwa sebagaimana diungkapkan tersebut.

Read more...
 
GAMBARAN UMUM KONDISI HAM PASCA OTONOMI KHUSUS DI TANAH PAPUA PDF Print E-mail
Written by Markus   
Saturday, 27 March 2010 23:04

GAMBARAN UMUM KONDISI HAM PASCA OTONOMI KHUSUS DI TANAH PAPUA DAN  PENGBUNGKAMAN KEBEBASAN BEREKSPRESI

PADA 2007-2008

 

Oleh, Markus Haluk

(Aktivis HAM Papua/Sekjen Asosisasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia - AMPTPI)

Jayapura, 8 November  2008

BAGIAN. I

KONDISI HAM PASCA OTONOMI KHUSUS

Pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Khusus selama 6 tahun telah gagal. Beberapa indikator utama kegagalan Otonomi Khusus ialah telah terjadinya Penculikan, Pembunuhan, Pemerkosaan Hak-hak dasar,[1] meningkatnya saki-penyakit, kematian, Korupsi, kolusi dan berbagai Inpres, pemekaran Provinsi dan kabupaten, yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.[2] Dari berbagai ketidakadilan yang dialami rakyat Papua pasca pemberlakukan UU Otsus telah mengantar generasi Papua untuk menyimpulkan bahwa : Otonomi Khusus merupakan sebuah alat yang paling ampuh untuk melegalkan dan mempercepat pemusnahan orang asli Papu di tanah leluhurnya.

 

Last Updated on Saturday, 27 March 2010 23:05
Read more...
 
Wagub: Tidak Ada Keistimewaan Terhadap Repatrian PDF Print E-mail
Written by Papos   
Saturday, 27 March 2010 01:46

JAYAPURA [PAPOS]– Kembalinya para repatrian dari Papua New Guinea (PNG) tahun 2009 lalu, ternyata masih ada diantara mereka yang belum mendapatkan kepastian tempat tinggal dan pekerjaan maupun kehidupan yang layak.

Dimana, jika permasalahan tersebut tak ditangani dengan baik, maka hal ini berpotensi menimbulkan problem sosial di Papua, bahkan mereka pun mengancam akan kembali ke PNG.

Read more...
 
Di Puncak Jaya, Patroli TNI Ditembaki GPK PDF Print E-mail
Written by Cepost   
Wednesday, 24 March 2010 01:49

1 Anggota Yonif Terkena Serpihan Peluru

JAYAPURA-Kendaraan patroli yang membawa 13 anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 753/AVT Pos Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, dilaporkan ditembaki oleh sekelompok orang tidak dikenal yang diduga dari Gerakan Pengacau Keamanan (GPK).

Last Updated on Friday, 26 March 2010 13:03
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 3 of 4

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us