West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.36
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 07:41
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 12267
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4023721
Keluarga Korban Penembakan Therianus, Minta Klarifikasi Kapolda PDF Print E-mail
Written by JUBY   
Saturday, 29 May 2010 23:34
JUBI --- Juru bicara Komite Nasional Papua Barat, Mako Tabuni bersama keluarga korban penembakan Therianus Hesegem, Kamis (27/5) meminta Kepala Kepolisian Daerah Papua mengklarifikasi kasus tersebut yang dinilai janggal.
 
“KNPB sebagai media Nasional kami memediasi keluarga korban untuk meminta kejelasan kepada pihak kepolisian. Terutama kepada kapolda sebagai pimpinan terkait kasus ini,” ujar Mako Tabuni, Sabtu (29/5).

Dia mengungkapkan, keluarga korban juga ingin mengklarifikasi kronologis kejadian yang dikabarkan surat kabar harian Cenderawasih Pos hari ini, Sabtu (29/5) bahwa peluru yang mengenai korban akibat pantulan tembok.

“Pemberitaan ini salah tidak sesuai dengan kejadian. Masa peluru pantul kok langsung kena perut korban.” Korban ditembak dilokasi terbuka tepatnya disamping pagar jalan masuk Gapura Perumnas I Ekspo Waena.

Sementara itu, menurut saksi mata sekaligus keluarga korban, Jhoni Hesegem mengaku korban saat ditembak saat masih dipengaruhi oleh minuman keras (miras). “Saya dengan Threy dengan dua teman, Robi dan Maikel kami sama-sama minum miras di saping sekolah seni ini. Tapi karena Thery ini mabuk dia berdiri dan ikut jalan samping kampus seni dengan tujuan kedepan tapi tiba-tiba langsung ditembak,” urainya.

Kata dia, sebelumnya dia dan korban bersama ketiga rekannya asyik meneguk miras. Namun korban yang telah mabuk ingin berjalan kedepan kearah kampus Sekolah Tinggi Seni Papua (STSP). Ketika berada disamping gang pintu keluar, dua orang polisi datang. Satu membawa senjata sedangkan satunya tidak. Karena dipengaruhi miras, korban memegang sebuah kayu balok sambil meneriakan kedua polisi tersebut agar beranjak dari tempat itu. Anggota polisi yang tidak membawa senjata langsung lari meninggalkan rekannya. Disaat itu, rekannya yang memegang senjata langsung menembak kearah korban.

Jarak tembak sekitar 10 meter dari tempat korban. Korban ditembak dengan menggunakan senjata laras panjang jenis M-16. Penembakan ini mengenai perut kiri korban. Tragedi memilukan ini terjadi sekitar pukul 12. 00 WIT. Korban langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Dian Harapan lalu dirujuk ke RSUD Dok II Jayapura untuk mendapat perawatan. Namun sampai saat ini, melalui informasi yang diperoleh dari keluarga korban, pihak rumah sakit belum melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru dari dalam tubuh korban.  

Jhoni menambahkan, penembakan tersebut tidak pantul dari tembok namun langsung diarahkan ke tubuh korban. “Polisi langsung tembak kearah korban tidak kena tembok. Peluru juga bukan peluru karet tapi timah,” imbuhnya.

Kapolresta Jayapura, AKBP H. Imam Setiawan, SIK mengatakan warga yang tertembak itu memang sengaja dilumpuhkan karena terus berupaya menyerang polisi meski sudah diberi tembakan peringatan sebanyak 3 kali. “Aksi penembakan yang dilakukan anggota Pos Yanmor Waena itu sudah sesuai prosedur dan tidak ada kesalahan. Karena anggota anggota Pos Yanmor Waena itu sudah mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak 3 kali keudara, tapi pelaku tidak menghiraukan tapi masih saja menyerang anggota dengan menggunakan senjata tajam. Sehingga anggota Yanmor Waena langsung melumpuhkannya dengan peluru karet,” paparnya. Dari Informasi yang dikabarkan Cepos, korban dikabarkan terkena tembak akibat pantulan peluru tepat dibagian perutnya. (Musa Abubar)

 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us