West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.38
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 05:24
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 13548
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4222625
Sidang Kasus Alkitab Terbakar Dimulai, Oknum Tni Terancam Pasal 156a KUHP PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 28 July 2017 01:27

                              Oknum TNI yang menjalani persidangan di Pengadilan Militer III-19 Jayapura, Senin (24/7/2017) - Jubi/Arjuna Pademme                  

 

Jayapura,  - Kasus terbakarnya kitab suci tanpa sengaja ketika itu oknum anggota TNI hendak membersihkan dan membakar sampah saat melakukan korvei di Korem 172/PWY, Padang Bulan Abepura, Kota Jayapura, Rabu (25/5/2017), mulai disidangkan dalam di Pengadilan Militer III-19 Jayapura, Senin (24/7/2017).

 

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Kolonel F Vanderslot didampingi hakim anggota Letkol Dwi Yudo Utomo dan Mayor Dendi Sutiyoso, seorang oknum TNI yang menjadi terdakwa didakwa dengan pasal Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.

 

Sidang itu menghadirkan 19 saksi. Sebanyak 18 saksi hadir dan seorang lainnya berhalangan.

Saksi ASA ketika memberikan keterangan di hadapan majelis hakim mengatakan, yang pertama melihat kejadian itu adalah rekannya, kemudian ia memanggil saksi dan ASA pun menuju lokasi.

 

Ia mengaku melihat ada kitab suci yang ikut terbakar bersama sampah ketika itu. Pihaknya kemudian menyampaikan hal itu kepada para tokoh agama dan para tokoh agama kemudian datang ke lokasi.

 

Sementara penasehat hukum terdakwa, Mayor Andreas Ledo disaat jeda sidang membenarkan pasal yang didakwakan kepada terdakwa.

"Pasal yang didakwakan 156a KUHP. Ancaman hukumannya empat atau lima tahun. Pasal tunggal sama kasusnya dengan Ahok, tapi kalau Ahok ada kata-kata yang menyebutkan ayat-ayat, tapi ini tidak. Dia tidak tahu dalam kardus ada kitab suci," kata Andreas.

"Kita ikuti proses hukum saja, semoga itu yang terbaik. Hal meringankan terdakwa, dia tidak tahu dalam kardus itu ada kitab suci. Besok (Selasa, 25/7/2017) sidang dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi," ujarnya lagi.

 

Dalam Pasal 156a KUHP pidana menyatakan, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa dipidana paling lama lima tahun.

 

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit beberapa waktu lalu menegaskan kembali komitmennya untuk menindak tegas oknum prajurit yang membakar sampah saat membersihkan Mess Korem 172/PWY sehingga ada Alkitab yang terbakar pada Kamis (25/5/2017). Dugaan terbakarnya Alkitab itu berujung kerusuhan yang berbuntut lima orang terluka, termasuk Kapolres Kota Jayapura.

 

Mengenai dugaan benar tidaknya yang terbakar saat itu adalah Alkitab, Pangdam menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah.

“Seperti yang sebelumnya saya sampaikan, sementara yang kita duga tidak disengaja. Tidak ada unsur kesengajaan sehingga Alkitab terbakar,” jelas Pangdam.

Apapun hasilnya nanti, Pangdam menegaskan akan diumumkan secara terbuka. Dan proses pengadilan akan dilakukan secara terbuka.(*)

 

 

Sumber : http://tabloidjubi.com/artikel-8070-sidang-kasus-alkitab-terbakar-dimulai-oknum-tni-terancam-pasal-156a-kuhp.html

Last Updated on Friday, 28 July 2017 01:32
 

Latest News

Who's Online

We have 62 guests online
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us