West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.36
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 08:01
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 12267
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4023773
SURAT TERBUKA AMPTPI TERKAIT KEKERASAN DI AREAL PT.FREEPORT 2009-2010 PDF Print E-mail
Written by AMPTPI   
Tuesday, 09 March 2010 14:16
Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia

Sekretariat : Gam Teratai, No. 124 Perumnas I Dalam Waena Jayapura Papua Barat Telp:085244442502, Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it Website; www.koteka.org


No. Nomor :  0151B-5/DPP AMPTPI/II/2010                                                                               

Perihal : Surat Terbuka AMPTPI Atas Penembakan di Areal PT. Freeport

Lamp.  :-

KEPADA YTH. PARA PECINTA KEBENARAN DAN KEADIALAN PAPUA

Dengan Hormat,

Pertama-tama kami atas nama Keluarga Besar Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia (AMPTPI) Saya, selaku Sekejn menyampaikan salam serta doa semoga Bapak/i dan Saudara/I senantiasa di lindungi dan di berkati Tuhan Allah Bangsa Papua dalam menjalankan tugas dan pengabdian dimanapun Anda Berada.

Melalui Surat ini kami menyampaikan pokok pikiran terkait penembakan yang terus menyata di di areal PT. Freeport Indonesia selama ini. Berikut ini pokok pikiran kami:

  1. Konflik kekerasan di areal PT. Freeport termasuk penembakan warga Australia  Mr. Drew Nicholas Grant (38), Cs sengaja dipelihara oleh PT. Freeport bersama Aparat keamana (TNI dan Polri) untuk kepentingan  operasih terbatas pembersihan tokoh-tokoh Amungme yang kritis termasuk Tuan Kelly Kwalik. Disamping itu, untuk memperluas areal pertambangan PT.Freeport ke lokasih yang baru tanpa ada perlawanan oleh masyarakat.
  2. Penembakan Warga Australia serta warga sipil lainnya dilakukan dengan sengaja oleh kelompok tersebut di atas untuk menjatuhkan harga diri rakyat bangsa Papua di mata warga dan pemerintah Australia sebagaimana terjadi pada peristiwa penembakan terhadap beberapa Guru warga Amerika Serikat di Mile 62-63 areal PT. Freeport  pada 2002.
  3. Tuduhan terhadap Jendral Kelly Kwalik Panglima TPN/OPM  sesungguhnya tuduhan yang tidak berdasar. Sebab dalam sejumlah kesempatan Jendral Kelly Kwalik dengan tegas menyatakan tidak bertanggungjawab dan terlibat dalam penembakan ini. Berikut ini pernyataan resmi Almarhum Jendral TPN/OPM Kelly Kwalik pada tanggal 3 October 2009;
  • TPN (Tentara Pembebasan Nasional) Papua Barat menyatakan sikap tidak terlibat dalam penembakan di mile 53-54 yang menewaskan warga Australia pada 11 Juli 2009
  • Pemerintah RI, TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan POLRI (Polisi Republik Indonesia) dan Perusahaan Freeport, elit-elit Papua buka diri, jangan tutup-tutupi masalah yang sebenarnya
  • Masalah Penembakan Areal PT.FI adalah masalah kepentingan para pejabat baik pejabat PT. FI, Pemerintah Daerah dan TNI-POLRI yang mengorbankan rakyat kecil,
  • Saya Kelly Mohon Masyarakat Amungme 7 orang yang di tahan segera dibebaskan
  • Semua kejadian penembakan, penangkapan dan fitnaan yang dilakukan oleh aparat pemerintah selama ini adalah perbuatan pelanggaran HAM berat
  • Pemerintah RI, PT. FI membuka diri untuk dialog dan hadirkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) agar persoalan Papua dapat diselesaikan secara aman, jujur, adil dan bermartabat.
  1. Hal ini ditegaskan pula oleh Mantan Kapolda Papua Irjen F.X. Bagus Ekodanto setelah bertemua dengan Jendral Kelly Kwalik. Pada bulan October 2009, Irjen Bagus Ekodanto mengatakan bahwa saya sudah bertemu dengan Kelly Kwalik di suatu tempat di Timika, berdasarkan hasil pertemuan tersebut maka pelaku penembakan diareal PT. Freeport merupakan tindakan kriminal dan bukan dilakukan oleh Jendral TPN/OPM Kelly Kwalik.
  2. Namun sebaliknya, jika Kelly Kwalik masih dituduh sebagai pelaku penembakan maka pertanyaannya ialah mengapa pasca tertembaknya Kelly Kwalik pada 16 Desember, masih terus terjadi penembakan diantaranya; pada tanggal 24 Januari 2010 di areal konsesi PT. Freeport? Dengan tegas kami menyampaikan lagi bahwa Kelly Kwalik bukan pelaku penembakan di arel PT. Freeport sejak 11 Juli sampai dengan saat ini.
  3. Penembakan terhadap Jendral Kelly Kwalik merupakan upaya  sistematis untuk memutuskan pengungkapan pelaku sesungguhnya di areal konsesi PT. Freeport selama ini. Hal ini terlihat dari sejumlah alasan beriku ini:
  • Jenderal Kelly Kwalik sedang tidur tenang dirumah, kenapa tidak ditunjukan surat DPO (Daftar Pencarian Orang) atau perintah operasi, kemudian ditangkap sebagai saksi kunci untuk mengungkapkan serentetan konflik di areal PT. Freeport Indonesia.
  • Jenderal Kelly Kwalik dijadikan tersangka bukan karena isu teroris tapi konflik pengamanan perebutan lahan bisnis diareal PT.Freeport Indonesia dan sekitarnya, namun cara penembakan terhadap Jenderal Kelly Kwalik seperti teroris.
  • Tugas Polisi bukan untuk membunuh orang tapi untuk mengayomi dan menertibkan masyarakat. Juga untuk melumpuhkan seseorang tidak serta merta menembak tapi memberikan peringatan dulu, lalu melumpuhkan. Mestinya melalui protap yang formal tapi tindakan diluar protap.
  • Aturan perang tidak pernah dimalam hari tapi harus disiang hari.
  • Evakuasi jenasah ke rumah Sakit Karitas Kuala Kencana terlalu jauh, sesungguhnya ada rumah sakit umum daerah di Timika Indah jaraknya kurang lebih 2 KM dari TKP bisa menempuh waktu 15 menit.
  • Pernyataan mantan Kapolda Papua Irjend. Drs. Bagus Ekodanto mengatakan, pelaku penembakan mille 54 pada juli 2009 bukan Jenderal Kelly Kwalik, tapi pelakunya kelompok kriminal bersenjata. Namun Kapolda Papua Irjen Bekto mengatakan pelaku penembakan dan dalang serentetan konflik diareal PT. Freeport Indonesia adalah Jenderal Kelly Kwalik.
  • Jenderal Kelly Kwalik diangkap sebagai musuh negara, kenapa mayat harus dievakuasi kerumah sakit.

6). Jika demikian sesungguhnya siapa yang bertanggungjawab atas semua peritiwa penembakan di areal PT. Freeport selama ini? Pihak yang bertanggungjawab ialah Freeport bersama Pemerintah Indonesia (densus 88 Mabes Polri) bertanggungjawab atas pembunuhan tuan Kelly Kwalik. Rakyat Papua katakana kalau kejadian terjadi di halaman rumah kami maka pasti kami tahu. Sebaliknya kejadian ini terjadi di areal Freeport dalam suasana penjagaan TNI dan Polri jadi mereka sangat mengetahui kejadian tersebut.  Jangan Tanya kami warga sipil yang tinggal di luar areal kerja Freeport.

7). Pertanyaan mendasar adalah siapa sesungguhnya musuh Freeport, apakah orang Amungme-Kamoro? Apakah Tujuh Suku? Apakah Orang Papua? Apakah orang Indonesia? Apakah Pemerintah Indonesia? Apakah orang Amerika? Apakah Negara Amerika? Apakah FBI dan CAI? Apakah dunia internasional? Siapa sesungguhnya musuh Freeport sehingga hari ini kami orang Papua korban dan terintimidasi di negeri sendiri. Kami Semakin tidak aman hidup di negri kami sendiri. Hal kedua, siapa pelaku penembak warga sipil di areal Freeport. Kenapa sampai hari ini pihak kepolisian  Indonesia tidak ungkap. Kelly Kwalik bukan pelaku penembakan.

8). Bertolak dari point 1-7 diatas maka guna mengungkap dan menyelesaikan persoalan PT. Freeport dan Papua pada umumnya  berikut kami sampaikan sebagai solusi yang mutlak perlu dilakukan;

  1. Mendesak Gubernur Prov. Papua, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua, Majelis Rakyat Papapu, LSM-LSM Nasional dan Internasional untuk menaruh perhatian secara serius terkait  penembakan di areal PT. Freeport di Kab.Mimika.
  2. Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama TNI telah gagal mengungkap pelaku penembakan Mr. Drew Nicholas Grant (38), Cs karena itu mendesak Australia Federal Police atau Tim Infestigasih independen untuk segera mengukap hasil investigasihnya pada beberapa bulan yang lalu.
  3. Dengan tegas kami menyampaikan bahwa Tuan Kelly Kwalik, Panglima Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka bukan teroris dan pelaku penembakan di areal konsesi PT. Freeport sejak Juli 2009-2010 ini. Karena itu, penembakan Jendral Kelly Kwalik merupakan upaya sistematis aparat keamanan dalam memelihara konflik di areal PT. Freeport dan memutuskan mata rantai dalam mengungkap pelaku penembakan.
  4. Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, berhenti mengirimkan pasukan di tanah Amungsa Timika dan mendesak untuk mengedepankan pendekatan dialogis, damai dan bermartabat dalam penanganan masalah penembakan di Mile 58 Tembagapura Timika.
  5. Guna menyelesaikan persoalan Papua secara menyeluruh, tuntas dan secara beradab semua persoalan yang menyata di tanah Amungsa Timika maka segera semua operasi penambangan PT.Freeport ditutup dan dilakukan dialog segi tiga antara Masyarakat Papua khususnya Suku Amungme- Kamoro sebagai pemilik gunung, pemerintah Indonesia dan pemilik modal PT. Freeport.

 

Demikian surat terbuka dan ini dapat kami sampaikan kepada Anda sekalian. Harapan kami kiranya, Anda sekalian dapat menindaklanjuti sebagaimana mestinya guna mengakhiri berbagai konflik kekerasan di areal PT. Freeport Indonesia dan di Tanah Papua. Atas perhatian Bapak/I dan Saudara/I, kami menyampaikan Ucapan Trimakasih.

Jakarta, 5  Maret 2010

Hormat kami

Markus Haluk

Sekretaris Jeneral

Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 14:22
 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us