West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux m
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.5.57-0+deb7u1-log
Time : 12:18
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 12004
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 3621839
Tak Kenal Lambert PDF Print E-mail
Written by Bitang Papua   
Friday, 18 January 2013 00:00
JAYAPURA—Meski  mengaku belum pernah mendengar nama Lambert  Pekikir,   Panglima TPN/OPM  yang  bermarkas  di Victoria, Wutung,  Papua New Guinea (PNG),  dan telah beberapa kali  melakukan  aksinya, di wilayah perbatasan RI-PNG, namun pemerintah  PNG  mengaku komitmen,  bila pihak Polisi  PNG  berhasil  menangkapnya segera  dikembalikan ke pemerintah  RI untuk diproses hukum

ilustrasi.  “Saya  belum pernah  mendengar  nama  Lamber  Pekikir, karena sebelumnya  saya memang sebagai dosen  dan  saya  belum pernah  ketemu, dan baru   ini  saya menjadi politisi. Jadi  kalau  memang  petugas Polisi kami mengetahui  hal  itu dia  harus  ditangkap dan  dikembalikan untuk dituntut sesuai hukum  yang dilakukan pemerintah  RI,”  ujar  Gubernur  Provinsi Sandaun   Hon Amkat Mai  dan rombongan  yang  terdiri dari pejabat pemerintahan, pebisnis dan kalangan  media massa ketika  melakukan kunjungan  kerja  dengan  Kapolda Papua Irjen (Pol) M. Tito Karnavian, MA di Mapolda  Papua, Jayapura, Kamis  (17/1).

Dia mengutarakan, pihak   pemerintah RI dan PNG menyepakati dan bekerjasama  bila   ada tindakan melanggar  hukum dan mengganggu  keamanan dihukum sesuai hukum yang berlaku.
“Kedua pihak Polisi RI dan Polisi PNG  akan bekerjasama  untuk menindak dan menghukum pelaku itu sendiri,” ujarnya.
Karenanya, lanjutnya,  pemerintahan  PNG  dibawah  kepemimpinan  Pieter O’Neil dan  Leo Dion  betul-betul mengharapkan   hubungan  baik dengan  Indonesia.
“Jadi  untuk menjaga  hubungan  ini kami berharap hal-hal   yang demikian ini  harus dihukum karena kelompok  sipil  bersenjata yang beraksi  di wilayah  perbatasan RI-PNG mengganggu  hubungan  kedua negara,” tukasnya.

Kunjungi Kota  Jayapura
Sementara itu dalam lawatannya ke Papua, Gubernur  Provinsi Sandaun,  Papua Papua New Guinea (PNG)    Hon Amkat Mai dan  rombongan  yang  terdiri dari pejabat pemerintahan, pebisnis dan kalangan  media massa melakukan kunjungan  kerja  ke  Kota Jayapura selama Kamis  (17/1) hingga  Minggu (20/1).
Demikian  Siaran Pers    yang disampaikan  Konsul  RI Jahar  Gultom, Kamis  (17/1). Dia mengatakan,     tujuan  kunjungan tersebut  adalah  untuk mempererat hubungan bilateral antara RI-PNG, khususnya  Provinsi  Papua dengan Provinsi  Sandaun, dan  juga menjajaki  kemungkinan  kerjasama antara kedua  Provinsi di berbagai bidang meliputi  perdagangan, olahraga, budaya, kesehatan, keamanan, pendidikan dan bidang lainnya.
Selama di Jayapura,  Gubernur Hon Amkat Mai  dan rombongan akan bertemu dengan Gubernur Papua dan Jajarannya, Kapolda Papua, Walikota Jayapura, Ketua Kadin Papua dan para pemangku  kepentingan terkait lainnya.
Kata dia, adapun agenda yang   dibahas antara kedua Gubernur, yaitu. Sister City (Kota Kembar)  Vanimo—Jayapura, peningkatan perdagangan antara kedua Provinsi  khususnya dan antara RI-PNG  pada umumnya, pembanguann tugu  batas Skouw Wutung   yang  prasastinya telah  ditandangatani  oleh  Presiden Susilo Bambang Yudoyono  dan PM Michael Samore  pada bulan  Maret 2010 di Port Moresby, untuk menjajaki peningkatan  kerjasama di bidang olahraga, budaya, pendidikan dan kesehatan antara kedua Provinsi.  
Kunjungan kerja Gubernur Sandaun tersebut, lanjut dia,  dinilai penting dan strategis,  mengingat Provinsi Sandaun berbatasan langsung  dengan  Provinsi Papua  yang memungkinkan  perdagangan antara kedua wilayah baik melalui pasar Skouw maupu laut. Dinilai memiliki nilai historis  karena kunjungan Gubernur Sandaun ke Bumi Cenderawasih. Sebab sejak pembentukannya, Provinsi  Sandaun  telah dipimpin oleh 4 orang Gubernur, sebelum kepemimpinan Gubernur Hon  Amkat Mai, namun belum pernah ada yang berkunjung ke Jayapura.
Diharapkan dengan kunjungan Gubernur  Hon   Amkat  Mai tersebut akan dibicarakan upaya-upaya bersama dalam meningkatkan hubungan dalam segala  bidang, termasuk peningkatan volume perdagangan antara kedua Provinsi, meningat Provinsi  Sandaun memiliki ketergantungan yang besar terhadap suplai barang-barang kebutuhan dari  Indonesia, seperti pangan, sandang , alat-alat rumah tangga, bahan-bahan bangunan, elektronik dan lain-lain.
Selain itu, kunjungan tersebut dapart  menjadi  jembatan untuk memperkecil berbagai perbedaan persepsi tentang isu-iu perbatasan  kedua negara termasuk  isu-isu keamanan untuk kepentingan bersama. Selain melakukan pertemuan dan perbincangan  dengan berbagai  Stakeholder di  Provinsi Papua, Gubernur Amkat Mai  juga akan memberikan  kuliah  umum di Uncen Jayapura sebagai  forum ilmiah  untuk menyampaikan pandangan-pandangan beliau tentang hubungan internasional. (mdc/mir/don/l03)

 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us