West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.38
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 20:08
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 13110
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4198422
Pameran Noken Sedang Berlansung Di Yogyakarta PDF Print E-mail
Written by Telius Yikwa   
Monday, 25 April 2016 20:01

                                           Pamenar Noken di Yogyakarta. Dok Warta Papua Barat.                                                                                                                                    

 

Yogykarta, Warta Papua Barat. – Pameran Noken dengan tema “Bara Nyala Mama-Mama” digelar di kota Yogyakarta sedang berlangsung dan akan berakhir pada tanggal 22 Mei.

 

Pascalena Daby, yang merajut beberapa noken selama 1 tahun untuk kegiatan  ini bersama teman-teman putri lain menyatakan, senang sekali akhirnya Pameran telah dibuka dan sedang berlansung.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada bapa Moelyono dan mba Alia Swastika, karena kegiatan ini berlangsung berkat kerja sama yang baik dengan mereka. Terutama pak Moel sebagai akitifis seniman yang punya perhatian besar terhadap persoalan di Papua karena beliau perna kerja di Papua selama 5 tahun”. kata Lena, saat Warta Papua Barat bertemunya di Asrama Mahasiswa Papua. Yogyakarta (26/4/2016).

 

“Dalam Pameran Noken ini kami ingin menyampaikan berbagai persoalan yang ada di Papua, misalkan Perampasan tanah adat, pembungkaman ruang demokrasi, pemubunhan yang terjadi demi kepentingan permodal seperti di Timika. Dan terutama persoalan yang dialami perempuan Papua,misalkan kekerasan seksual, KDRT, penculikan dan lainnya itu”. tambah Lena.

"Selama pameran berlangsung akan diisi dengan beberapa agenda; diantaranya Feshion show, Tarian dan seminar. di sana selain pameran, ada noken-noken, tas-tas kecil rajutan dan berbagai rajutan yang dijual juga". kata Daby.

 

Lena Menjelaskan, Noken merupakan identitas orang Papua, terutama perempuan Papua. sehingga dengan ada kegiatan seperti ini, mendorong generasi Papua termotivasi untuk terus melestarikan budaya merajut noken.


Kita tidak boleh lupa merajut noken, jika kita lupa berarti kita lupa diri jadi kita harus lestarikan budaya merajut noken. khusus untuk perempuan merajut noken sebenarnya merupakan suatu yang harus dilakukan. jelas Pascalena Daby.

 

Kegiatan Pameran yang telah dibuka satu hari lalu (Minggu, 24/044/2016) di Art Galeri  ini, nantinya  akan mengisi satu hari dalam satu minggu hingga tanggal 22 Mei. Pada acara pembukaannya, beberapa jenis noken dengan gambaran, warna dan bentuk telah dipamerkan dengan beberapa jenis makanan khas Papua seperti Papeda (Sagu), singkong dan Ubi Jalar untuk pengujung makan gratis agar suana Papuanya tercipta.(Telius Yikwa/Warta Papua Barta)

Last Updated on Monday, 25 April 2016 20:06
 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us